Jumat, 26 Agustus 2011

orang yang bertubuh pendek, berisiko penyakit jantung


REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–Sekelompok ilmuwan membuat studi tentang pengaruh tinggi badan terhadap risiko gangguan jantung. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang bertubuh pendek memiliki risiko dua kali lipat terkena gangguan jantung dibanding orang berbadan tinggi. Entah benar atau tidak hasil studi ini.
Riset ini dilakukan di Finlandia dengan membongkar kembali 52 karya tulis yang berisi data soal gangguan jantung dan tinggi badan. Data ini merekam sekitar kondisi fisik 3 juta manusia.
Dari data itu kemudian terlihat angka rata-rata orang yang tergolong pendek memiliki ukuran tinggi badan 161 cm. Sedangkan rata-rata orang yang bisa disebut tinggi punya ketinggian badan 174 cm. Studi ini disponsori oleh lembaga donor kardiovaskular Finlandia.


“Kami bukannya mau menakut-nakuti orang bertubuh pendek. Tapi ini hanya untuk mendorong mereka untuk bisa hidup lebih berhati-hati,” kata Borge Nordestgaard, guru besar penyakit genetik di Universitas Kopenhagen. Tapi jangan khawatir, ketinggian badan masih jauh lebih tidak berpengaruh dibanding dengan kebiasaan buruk seperti merokok, mengonsumsi alkohol, terhadap risiko gangguan jantung.
Lagi pula, sebagian ilmuwan juga meragukan hasil studi tersebut. Mereka hanya mencoba untuk mengasumsikan bahwa orang bertubuh pendek memiliki ketidakseimbangan hormon yang bisa berpengaruh negatif terhadap kesehatan jantung. Sebagian ilmuwan mengasumsikan bahwa orang pendek pada umumnya tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai. Hal inilah yang kemudian disimpulkan sebagai penyebab meningkatnya risiko gangguan jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar